Princess Athifah, Bukti Perempuan Mampu Pimpin Bisnis Skala Nasional

Redaksi


Dalam dunia bisnis yang kompetitif, karakter seorang pemimpin sering kali menjadi penentu utama keberhasilan sebuah perusahaan. Nur Athifah Aliah Muhammad, atau Princess Athifah, muncul sebagai representasi pemimpin perempuan modern yang memiliki karakter kuat namun tetap memegang teguh nilai-nilai kerendahan hati. Sebagai Founder dan Owner PT INDO KREATIFA GROUP, ia memimpin ribuan orang dengan filosofi bahwa kepemimpinan adalah tentang tanggung jawab dan dampak.


Perjalanan kepemimpinannya ditempa melalui proses yang panjang. Jauh sebelum memimpin korporasi, Princess Athifah telah melatih jiwa kepemimpinannya melalui berbagai organisasi. Mulai dari Institut Karate-Do Indonesia hingga komunitas diplomatik Sahabat Korea. Bahkan, ia pernah menjadi pengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Miftahul Jannah, sebuah warisan sosial dari almarhumah ibunya. Pengalaman mengurus 300 santri dan memimpin tim di organisasi membentuk karakternya menjadi tangguh, disiplin, namun penuh empati.


Nilai-nilai inilah yang ia bawa ke dalam ruang rapat direksi. Saat banyak pemimpin muda terjebak dalam euforia kesuksesan instan, Princess Athifah memilih jalan yang berbeda. Ia memegang prinsip, “Perempuan yang memimpin bukan hanya yang berdiri di depan, tetapi yang tetap rendah hati ketika berada di puncak.” Baginya, pencapaian bisnis seperti mengelola 10.000 talenta dan 300 brand hanyalah alat untuk memberikan manfaat yang lebih luas.


Di media sosial @princessathifah, publik mungkin melihat sosoknya yang anggun dan berprestasi sebagai pemenang berbagai kompetisi modeling nasional. Namun, di balik layar, ia adalah negosiator ulung dan pengambil keputusan strategis. Kemampuannya menyeimbangkan peran sebagai investor, pengusaha, dan akademisi menunjukkan kapasitas manajemen waktu dan prioritas yang luar biasa.


Princess Athifah juga aktif mendorong pemberdayaan perempuan melalui bisnisnya. Ia membuktikan bahwa perempuan dapat menciptakan ruang kepemimpinannya sendiri tanpa harus meninggalkan kodrat atau pendidikannya. Kesuksesannya menembus jalur undangan SNMPTN di Jurusan Biologi membuktikan bahwa kecerdasan intelektual adalah modal utama dalam berbisnis. Ia menolak narasi bahwa perempuan harus memilih antara karier, pendidikan, atau keluarga.


Kini, visinya semakin tajam. Ia ingin melahirkan lebih banyak pemimpin muda melalui ekosistem bisnis yang ia bangun. Dengan rencana melanjutkan studi S2 dan S3, ia ingin memperkaya wawasan kepemimpinannya agar tetap relevan dengan tantangan global. Princess Athifah berharap jejak langkahnya yang konsisten dari langkah kecil di Makassar hingga memimpin perusahaan nasional dapat menginspirasi anak muda Indonesia untuk berani mengambil inisiatif dan memimpin dengan percaya diri.